Jl Pesantren no 02 Citangkolo Kujangsari Langensari Kota Banjar Jawa Barat
Telp. 0265 2730505 e-Mail : smpalazharbanjar@gmail.com

Sabtu, 25 Agustus 2018

Pelaksanaan Idul Adha - Pengertian dan Sejarah Singkat Qurban

Pelaksanaan Qurban SMP Al Azhar Citangkolo

Pelaksanaan Qurban SMP Al Azhar Citangkolo

Idul adha (bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idulfitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Iduladha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idulfitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Iduladha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Iduladha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Iduladha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Sejarah qurban idul adha

Sejarah qurban idul adha dijelaskan secara singkat dan jelas dalam Al Quran surat As Shoffat ayat 102. Dalam QS AS Shoffat tersebut bisa diceritakan sejarah qurban adalah sebagai berikut. Saat Ismail berusia remaja, ayahnya Ibrahim memanggil Ismail (anak Ibrahim) untuk mendiskusikan sesuatu.

Ibrahim menceritakan kepada Ismail bahwa Ibrahim telah mendapatkan perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelih Ismail. Dari sini, Ibrahim menanyakan kepada Ismail: “Bagaimana menurutmu, wahai Ismail?”

Lantas, Ismail menjawab: “Wahai ayah, laksanakan perintah Allah yang dimandatkan untukmu. Saya akan sabar dan ikhlas atas segala yang diperintahkan Allah,” ujar Ismail kepada ayahnya, Ibrahim. Dalam hal ini, Ibrahim mengkonfirmasikan mimpinya jangan-jangan mimpinya datang dari setan.

Ternyata tidak, Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah sebanyak 3 (tiga) kali melalui mimpi. Setelah mendapatkan petunjuk dan yakin bahwa itu adalah perintah Allah, maka Ibrahim dengan ikhlas akan menyembelih puteranya sendiri, yaitu Ismail.

Setelah Ibrahim dan Ismail kedua-duanya ikhlas untuk menjalankan perintah Allah, ternyata Allah mengganti Ismail menjadi domba. Dari peristiwa ini, sudah mulai bisa diketahui arti, makna, dan hakikat idul adha qurban. Peristiwa ini kemudian dijadikan sebagai hari raya umat Islam selain hari raya idul fitri.

Pengertian Qurban

Kata kurban menurut bahasa berasal dari kata qarraba-yaqrabu-qurbanan, artinya mendekat atau dekat. Menurut istilah, kurban adalah menyembelih hewan ternak dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT .Kurban merupakan istilah yang menunjukkan tujuan dari suatu ibadah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam ilmu fiqih, selain istilah kurban terdapat beberapa istilah lainnya, yaitu nahr dan udiyah, yang memiliki arti yang hampir sama, yaitu az zabhu atau menyembelih hewan. Dua istilah ini lebih menunjukkan praktek ibadah kurban yang disari’atkan, waktu pelaksanaan ibadah ini disebut yaumun nahri atau lebih dikenal dengan Idul Adha.

Syarat binatang yang disembelih

Binatang yang sah untuk qurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut:

  • Hewan yang dikurbankan merupakan jenis hewan ternak, seperti kambing, sapi, atau bisa juga unta.
  • Usia hewan harus sudah tepat satu tahun atau lebih.
  • Terhindar dari adanya berbagai macam penyakit atau cacat.
  • Hewan yang dikurbankan harus milik dari orang yang akan melakukan kurban terkecuali telah dizinkan untuk mewakili baginya berkurban.
  • Tidak boleh berhubungan dengan hak dari orang lain, seperti hewan tersebut termasuk dalam hewan gadai atau hewan warisan yang belum dibagikan.
  • Hewan disembelih pada waktu yang sudah ditentukan, jika belum waktunya atau sudah melebihi waktunya maka kurban tersebut tidak sah.

Syarat orang yang berkurban.


  • Orang yang berkurban harus mampu menyediakan hewan kurban pribadi.
  • Orang yang berkurban harus balig dan berakal sehat.

Waktu penyembelihan hewan qurban.

Penyembelihan hewan biasanya dimulai saat matahari melambung dari terbitnya pada hari idul adha yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, kira-kira cukup untuk melaksanakan shalat dua raka’at dan khutbah dua kali yang cepat (cukup melaksanakan rukun-rukunnya) sampai terbenamnya matahari pada akhir hari tasyrik yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Namun, yang paling utama penyembelihan dilaksanakan setelah selesai shalat Idul Adha sekira matahari sudah kadar satu tombak. Sebaiknya penyembelihan di tempat yang enak, tidak keras. Dilaksanakan pada siang hari kecuali ada hajat, maka pada malam hari.

Cara Menyembelih Hewan Qurban adalah sebagai berikut:
Cara Menyembelih Hewan Qurban di SMP Al Azhar Citangkolo
Menyembelih Hewan Qurban oleh Wakasek

  1. Cara menyembelih sama dengan penyembelihan yang disyaratkan Islam, yaknipenyembelih harus orang Islam (khusus qurban, sunnah penyembelih adalah yangberqurban sendiri, jika diwakilkan disunatkan hadiri pada waktu penyembelihannya).
  2. Alat untuk menyembelih harus benda tajam. Tidak boleh menggunakan gigi, kuku dantulang.
  3. Memotong 2 urat yang ada di kiri-kanan leher agar lekas matinya, tetapi jangan sampai putus lehernya (makruh).
  4. Binatang yang disembelih hendaklah digulingkan ke sebelah kiri tulang rusuknya agar mudah saat penyembelihan.
  5. Hewan yang disembelih disunnahkan dihadapkan ke arah Kiblat.
  6. Orang yang menyembelih disunatkan membaca:

a)      Basmalah
b)      Shalawat
c)      Takbir
d)      Do’a

Hukum Kurban

Hukum kurban ada 3 yaitu;

  1. Wajib bagi orang yang mamapu. Kurban wajib bagi yang mampu, dijelaskan oleh firman Allah QS. Al-Kautsar ayat 1-3: Artinya: ”Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikan lah shalat karena Tuhanmu dan berkubanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”
  2. Sunah. Nabi SAW bersabda: ”Saya diperintah untuk menyembelih kurban dan kurban itu sunnah bagi kamu.”
  3. Sunah Muakad. Berdasarkan hadist riwayat Daruqutni, yang artinya; ”Diwajibkan melaksanakan kurban bagiku dan tidak wajib atas kamu.”

Pendistribusian Daging Qurban

Pendistribusian Daging Qurban di SMP Al azhar Citangkolo
Pembagian Daging Hewan Qurban - SMP Al Azhar Citangkolo
Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits shahih yang menjelaskan pembagian daging hewan kurban. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskannya adalah firman Allah Ta’ala:

"Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[yaitu tanggal 10-13 Dzulhijah] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj [22]: 28)


"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (hewan kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.”(QS. Al-Hajj [22]: 34)
 
Back To Top